Sebuah papan reklame (billboard) di Auckland, Selandia Baru memicu kontroversi. Pasalnya, billboard ini menggambarkan Bunda Maria memegang test pack yang bertanda “positif”.
Billboard yang disebut "Maria Dalam Merah Muda” ini dimiliki Gereja St Matthews di Auckland, Selandia Baru. Pihak gereja mengatakan bahwa billboard sengaja menampilkan tokoh agama yang dihormati untuk ‘menghindari hal yang menyentuh perasaan dan keusangan serta agar menjadi bahan renungan dan pembicaraan. Billboard Bunda Tuhan Yesus ini memang tidak menampilkan teks.
Menurut stasiun TV lokal, 3 News, Kamis (15/12/2011), billboard ini merupakan aksi kontroversial terbaru yang dilakukan gereja. Pada 2009, gereja juga membuat billboard yang menampilkan Maria dan Yusuf di tempat tidur dengan tagline, “Kasihan Yusuf, Allah sangat sulit untuk diikuti.”
Pengurus gereja, Glynn Cardy mengaku tahun ini, St Matthews ingin billboard-nya fokus pada apa yang dirasakan seorang ibu dengan anaknya. “Ini tentang kehamilan yang nyata, seorang ibu dan anak yang nyata. Ini tentang kecemasan yang nyata, keberanian, dan harapan,” jelasnya.
Di situs gereja, St Matthews mengatakan bahwa ketidakadaan teks di billboard dimaksudkan untuk memprovokasi pemikiran. “Kami berharap melakukannya dengan gambar dan tidak ada kata-kata. Kami mengundang Anda untuk membayangkan apa kata-kata yang cocok,” jelas pihak gereja. Billboard akan tetap ada hingga Hari Natal.
Home
Berita Dariku
Lukisan Bunda Maria menuai Kontroversi
Jumat, 16 Desember 2011
Lukisan Bunda Maria menuai Kontroversi
Label:
Berita Dariku
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar